Tuesday, 16 February 2016

PERAN ILMU TEKNOLOGI TEDRHADAP SISWA


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Perubahan lingkungan luar dunia pendidikan, mulai lingkungan sosial, ekonomi, teknologi, sampai politik mengharuskan dunia pendidikan memikirkan kembali bagaimana perubahan tersebut mempengaruhinya sebagai sebuah institusi sosial dan bagaimana harus berinteraksi dengan perubahan tersebut. Salah satu perubahan lingkungan yang sangat mempengaruhi dunia pendidikan adalah hadirnya teknologi informasi (TI).
Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, trasportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) TIK, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK para pimpinan di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahaan, UKM (usaha kecil menengah) dan LSM. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan (Pikiran Rakyat, 2005:Mei).
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
a.  Dari pelatihan ke penampilan,
b. Dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
c.  Dari kertas ke “on line” atau saluran,
d. Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
e.  Dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut (rosenberg, 2001).
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan pada identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah dikemukaan di atas, maka disusunlah rumusan masalah. Yaitu,
1.    Apa Definisi Teknologi?
2.    Bagaimana Peran Ilmu Teknologi Terhadap Siswa?

C.  Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diurai sebelumnya, maka penelitian ini bertujuaanuntuk:  
1.      Untuk mengetahui definisi teknologi
2.      Untuk mengetahui Peran ilmu teknologi terhadap siswa


D.  Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat, baik secara teoritis sebagai sebuah khazanah intelektual, maupun secara praktis kepada berbagai pihak yang selama ini punya perhatian kuat terhadap dunia pendidikan, baik pendidikan sekolah, madrasah, maupun pendidikan pesantren yang merupakan  sintesis dalam menghasilkan outcome yang efektif.
E.     Metode Penelitian
a.      Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif naturalistik, instrumen pengumpul data yang paling utama adalah diri peneliti sendiri (human instrument). Sebab tidak ada pilihan lain dari pada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian. Peneliti adalah “key instrument”. (Nasution, 1988: 9 dan 55). Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit. Ia sekaligus merupakan perencana, pelaksana pengumpul data, analis, penafsir data, dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya. Di samping itu, manusia sebagai alat sajalah yang dapat berhubungan dengan responden atau objek lainnya. Sebab manusia sebagai instrumen, ia lebih responsif, dapat menyesuaikan diri, menekankan keutuhan, mendasarkan diri atas perluasan ilmu pengetahuan, memproses data secepatnya, memanfaatkan kesempatan untuk mengklarifikasikan dan mengikhtisarkan dan memanfaatkan kesempatan untuk mencari respon yang tidak lazim dan idiosinkratik (Moleong, 2004: 169-172).
Dalam upaya mendapatkan, menggali serta mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam proses penyajian dan analisa data yang akurat maka penulis menggunakan metode yaitu:
1.       Metode Interview atau Wawancara
Metode interview adalah salah satu jenis alat pengumpul data yang menggunakan tanya jawab secara lansung.[1]
Dalam metode interview ini obyektifitas jawaban dengan mudah diketahui, mengingat peneliti mendapatkan langsung informasi  dari responden.
Mengenai jenis interview yang digunkan  dalam penelitian ini adalah interview bebas, artinya peneliti memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada responden  dengan tetap mengarah pertanyaan tersebut agar tidak melenceng dari apa yang diharapkan.
Interview ini dipergunakan untuk melengkapi data yang di peroleh dari hasil dukumentasi disamping kebenaran dan kevalidan data  tersebut.
Dalam hal ini pewawancara menanyakan segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan penelitian, sedangkan pihak yang diwawancarai hanya bertugas untuk menjawab segala pertanyaan yang diajukan. Dengan demikian pewawancara dapat mengatahui dan mengecek kejujuran yang diwawancarai dalam memberikan jawaban dan penjelasan.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode interview bebas, yang diwawancarai masih diberi kesempatan untuk memberikan jawaban yang lain sehingga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan leluasa.
Metode ini digunakan untuk memperoleh data secara langsung tentang implementasi media teknologi di sekolah
2.    Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah " Mencari data mengenai hal-hal atau vareabel yang berupa catatan, traskip, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, leger, agenda dan sebagainya".[2]
Dalam metode ini peneliti memegang check list (menandai) untuk mencatat variabel yang sudah ditentukan, dengan demikian  maka jelaslah bahwa metode dokumentasi berisi cara pengumpulan data yang sudah tersedia  dalam bentuk dokumentasi.
Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data tentang implementasi media teknologi di sekolah Yang kesemuanya itu menunjang terhadap proses penelitian ini.
Metode ini merupakan metode pendukung atau penyempurna dari metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode ini dimaksudkan untuk memperoleh data-data yang bersifat dokumentasi, seperti kondisi di dalam kelas dan intelektual siswa dan hal-hal lain yang dapat mendukung kelengkapan data yang dimaksud.

b. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Kajian ini merupakan teoritis konseptual, oleh karena itu dalam riset ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk menyesuaikan dengan obyek atau fokus kajian. Sedangkan jenis dari penelitian ini, adalah studi literatur dari berbagai sumber rujukan berupa dokumenter (library research), yaitu menjadikan bahan pustaka sebagai sumber data untuk menggali teori dan konsep yang telah ditentukan oleh para ahli mengikuti perkembangan. Agar memperoleh orientasi yang luas serta menghindari duplikasi riset mengenai topik yang dipilih, penulis memanfaatkan data skunder dari data primer.

b.   Teknis Analisis Data
Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Setelah dibaca, dipelajari, dan ditelaah baru kemudian dilakukan analisis model interaktif dengan tahapan sebagai berikut:
a.                  Reduksi data, yaitu kegiatan menyeleksi, menentukan fokus, menyederhanakan dan mentransformasikan data yang muncul pada catatan lapangan. Reduksi datayang dilakukan berupa penulisan ringkasan, penajaman, pengkodean, pemfokusan, pembuangan, dan penyusunan data sehingga kesimpulan dapat ditarik, dibuktikan, dan dipertanggungjawabkan.
b.                  Display data, yaitu kategorisasi dengan menyusun sekumpulan data berdasarkan pola pikir, pendapat, dan kriteria tertentu untuk menarik kesimpulan. Display data membantu untuk memahami peristiwa dan apa yang harus dilakukan untuk analisa data lebih jauh dan lebih dalam berdasarkan pemahaman terhadap peristiwa tersebut. Display yang lebih baik merupakan usaha pokok untuk men-shahihkan analisis kualitatif.
c.                   Penyimpulan atau pembuktian, yaitu menafsirkan berdasarkan kategori yang ada dan menggabungkan dengan melihat hubungan semua data yang ada, sehingga dapat diketahui bagaimana penerapan media teknologi di sekolah dengan utuh, holistik dan komprehensif.
Analisis data yang meliputi; reduksi, display, dan penyimpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara bersamaan dan terus menerus selama proses pengumpulan data. Setiap data yang telah diperolah, dianalisis sesuai dengan tahapan-tahapan analisa data, guna memperoleh kesimpulan sementara. Kemudian kesimpulan sementara itu diuji kembali nilai validitasnya selama penelitian berlangsung dengan melihat seluruh aspek rasionalitas, keakuratan, serta keobjektifannya. Hal ini dilakukan sampai diperoleh kesimpulan final sebagai jawaban atas beberapa pertanyaan penelitian yang telah disusun.
Untuk lebih jelasnya model analisis tersebut, berikut digambarkan skemanya secara kongkrit. Skema ini digambarkan oleh Miles dan Huberman (1984: 13) dalam bukunya An Expanded Sourcebook: Qualitative Data Analysis sebagai berikut:





Data
Collection
Data
Display
Data
Reduction
Conclusions:
Drawing/ verifying
 







Gambar 1 : Komponen-komponen Analisis Data
Model Interaktif(Miles & Huberman, 1984)

d.   Teknik Penentuan Keabsahan Data
Pengujian keabsahan data dilakukan dengan cara ketekunan/keajegan pengamatan, triangulasi data dan auditing atau pemeriksaan data. Berkaitan dengan hal tersebut, maka langkah-langkah yang ditempuh dalam pengujian keabsahan data seperti tersebut di bawah ini:
a.         Ketekunan pengamatan bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat releven dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Keajegan pengamatan diupayakan mencari secara konsisten interprestasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan dan tentatif, dengan cara mencari konsistensi apa yang dapat diperhitungkan dengan apa yang tidak dapat, agar data betul-betul valid, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan.
b.        Triangulasi data, yaitu memeriksa keabsahan data melaui sumber, metode penyidik dan teori. Triangulasi sumber digunakan dengan membandingkan dan mencocokkan hasil wawancara dengan data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan dokumentasi, membandingkan apa yang dikatakan sumber data di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, dan kata-kata subjek penelitian dengan perspektif orang lain ketika sendirian secara informal. Triangulasi dengan metode dilakukan dengan mencocokkan dan pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. Triangulasi penyidik dilakukan dengan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan data. Triangulasi dengan teori digunakan untuk mempertajam analisis penelitian dengan memeriksa derajat kepercayaan data.
c.         Auditing, yaitu pemeriksaan data yang diperoleh dalam proses pelaksanaan pengumpulannya. Pelaksanaannya dengan melihat atau mencocokkan semua catatan-catatan pelaksanaan keseluruhan proses dengan dokumen yang berkaitan dengan penerapan media teknologi  baik berupa data dinding, notulen, maupun praktek dan kejadian yang berlangsung, dan disesuaikan antara konsep dan pelaksanaan di lapangan.
e.    Sumber Informasi Penelitian dan Sumber Data
Pengertian sumber informasi atau sumber data adalah subjek (informan) dari mana data diperoleh. Dalam penelitian ini ditentukan subjek penelitian dengan menggunakan "snowball sampling technique" yaitu peneliti memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan data dan informasi yang diperlukan, selanjutnya berdasarkan data atau informasi yang diperolah dari sampel sebelumnya itu, peneliti dapat menetapkan sampel lainnya yang dipertimbangkan akan memberikan data lebih lengkap. Adapun penelusuran data dan informasi yang dibutuhkan terutama para ahli kesehatan,ahli agama, dan stakeholder.
Sumber  data dalam riset ini terdiri dari dua sumber, antara lain :
a.         Data primer, merupakan referensi utama untuk memperoleh teori atau konsep
b.         Data sekunder yaitu referensi penunjang yang relevan dengan masalah yang sedang diteliti untuk melengkapi sumber data primer.

D.      Sistematika Penulisan
Adapun Sistematika yang digunakan penulis Paper ini adalah sebagai berikut:
BAB I             :Pendahuluan. bab ini barisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II       :Pembahasan. berisi tentang: Analisis Teori.Pengertian Media dan Media Pembelajaran, Pengertian Teknologi dan Ilmu Pengetahuan.Temuan PenelitianImplementasi Media Teknologi Di Sekolah peranan guru dalam mengimplementasikan media teknologi di sekolah
BAB III     : Penutup. Bab ini terdiri dari kesimpulan dan saran-saran. setelah itu dilanjutnya dengan daftar pustaka.




[1] Syarqawi Dhofir, Pengantar MetodologiRiset,(Prenduan: Iman bela,1997), hal. 47.
[2] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,(Jakarta: PT. Rineka Cipta,2008), hal. 188

No comments: